IMM Surakarta

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home
16 Aktivis IMM Ditangkap dan Dipukuli Aparat Kepolisian PDF Print E-mail
User Rating: / 0
PoorBest 
News - Latest
Written by Administrator   
Tuesday, 27 December 2011 13:46
Addthis

Solo-Selasa. Sebagai bentuk penyikapan terhadap kejahatan Hak Asasi Manusia di BIMA maka Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah menggelar aksi penolakan tindakan represif aparat kepolisian di Solo. Aksi tersebut bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jateng dan Dewan Perwakilan Pusat (DPP) IMM. Sekitar 25 Mahasiswa menuju pertigaan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dan menyuarakan pernyataan sikap dan tuntukan untuk menindak tegas aparat kepolisian yang melakukan penembakan terhadap aktivis dan masyarakat di BIMA.

Tak lama, kemudian muncul dari arah barat sebuah mobil dinas plat H menuju masa aksi, dan masa aksi mencoba untuk mencegah mobil tersebut, namun aparat kepolisian memaksa massa aksi untuk menjauh dan menarik salah satu massa dan membawanya dengan paksa. Satu massa tersebut adalah IMMawan Danang, yang dibawa paksa dan dipukuli oleh aparat kepolisian. Melihat teman seperjuangan ditangkap, maka massa aksi memcoba merebut kembali IMMawan Danang dengan melakukan negosiasi terhadap aparat kepolisian.

Namun, tiba-tiba atas komando dari salah satu personil kepolisian, sejumlah aparat kepolisian menangkap dengan paksa sejumlah rekan-rekan mahasiswa IMM, aparat terlihat juga memukuli beberapa massa aksi. 16 mahasiswa IMM tertangkap dan dibawa paksa ke Polres Sukoharjo.

Menurut penuturan beberapa kawan-kawan yang ditangkap, 16 mahasiswa yang ditangkap dalam perjalanan menuju Polres, mereka diintimidasi dan diperlakukan layaknya bukan manusia. Mereka dipukuli dan dihujat dengan kata-kata kotor.

Aksi Susulan

Sejumlah massa aksi yang tidak tertangkap, mencoba memobilisasi seluruh Organisasi Kepemudaan (OKP) se-Solo Raya, dan kemudian menggelar aksi kembali dengan massa yang lebih besar untuk menuntut pembebasan 16 aktivis IMM yang ditangkap aparat kepolisian.

Gabungan dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Solo, IMM Sukoharjo, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Solo, HMI Sukoharjo, Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Solo, PMII Sukoharjo, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Solo, dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Solo menutut 16 aktivis untuk dilepaskan dari Polres Sukoharjo.

Aksi berlangsung hingga pukul 19.00 Wib, dimana massa aksi melakukan shalat magrib berjamaah di jalan menuju pertigaan UMS. Aksi berhenti saat Wakil Rektor III UMS membawa 16 mahasiswa yang telah dilepasakan, dan akhirnya massa aksi beserta 16mahasiswa kembali ke kampus.

Kondisi 16 Aktivis tersebut ternyata mengalami luka-luka, bahkan ada yang hingga berdarah, mengalami pusing berat dan rasa sakit di beberapa titik tubuh. Beberapa mahasiswa tersebut kemudian difisum, untuk melihat kondisi yang sebenarnya.

Melihat aksi brutalnya aparat kepolisian yang melakukan represifitas terhadap mahasiswa di Solo, maka seluruh OKP se-Solo mengutuk dan mengecam keras terhadap tindak kekerasan yang dilakukan aparat kepolisian. Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Solo menyatakan bahwa aksi Solo hari Selasa (27/12/2011) sebagai aksi nasional untuk disikapi oleh seluruh OKP se-Indonesia.

Addthis
Last Updated on Tuesday, 03 January 2012 10:24