|
Bentang Budaya Puisi Oratorium;Terbatas Wajah bukan riuh ricuh menyedak malam di persimpangan ujung jalan,...tapi musik merangkai di kejauhan... siang itu juga,... masih seperti,... hari-hari sebelumnya... di penghujung mimpi sang budak kelana rasanya ingin hampiri 'tuk sapa sejenak... 'Tak sampai juga waktu kita, pada satu kisah ketika bertemu,, 'slalu kau jabat tanganku,,lalu berkata, yang itu-itu pula... wajah terus berganti, juga 'slalu hadir dallam bayang-bayang,, kehidupan jutaan manusia,..yang ada disana... dalam malam sepi,...aku selalu hadir pada ribaanmu,... Tapi beda kali ini, dan aku bertanya padamu,...perihal wajah-wajah itu,... tentang bayang-bayang itu,... juga tentang manusia,...yang ada disana... namun kau hanya diam,..dan menatap parau,, kearahku,.. lalu perjalanan kau lanjutkan... Reno's description,...'2007
|