IMM Surakarta

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home PDM Surakarta
Sejarah Masuk dan Berkembangnya Muhammadiyah di Surakarta PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Saturday, 06 February 2010 09:48
   Oleh : K.H. Muhammad AmirË

(Imam Masjid Balai Muhammadiyah Surakarta)

 

Hendaklah kamu jangan sekali-kali menduakan pandangan Muhammadiyah dengan perkumpulan lain. Jangan sentimen, jangan sakit hati, kalau menerima celaan dan kritikan. Jangan sombong, jangan berbesar hati, kalau menerima pujian. Jangan jubriya (ngujub-kibir-riya’). Dengan ikhlash murni hatinya, kalau sedang berkembang harta benda, pikiran dan tenaga. Harus bersungguh-sungguh hati dan tetap tegak pendiriannya (jangan was-was).

(K.H. Ahmad Dahlan) 1

 Iftitah

             Pengaruh pembaharuan Jamaluddin Afghani dan Muhammad ‘Abduh bertambah luas dan mengalir ke Indonesia di mana semangat nasionalisme mulai tumbuh dan berkembang, yang memang secara diam-diam telah dimiliki oleh pelajar Indonesia dan para santri sekalipun bentuk keduanya berlainan. Pada tanggal 20 Mei 1908 seorang dokter di Yogyakarta bernama Wahidin Soedirohusoda mendirikan perkumpulan bernama “Boedi Oetomo”dengan tujuan mengarahkan semangat nasional bangsa Indonesia ke arah perbaikan nasib baik di bidang sosial, pendidikan dan kebudayaan.

Pada tahun 1911 di Surakarta Mas Haji Samanhudi mendirikan perkumpulan “Syarikat Dagang Islam” yang bertujuan membela kepentingan pengusaha nasional di bidang pembatikan terhadap tekanan politik perekonomian pemerintah Hindia Belanda dan terhadap tindasan pedagang Tiong Hua yang mendapat hak monopoli atas perdagangan bahan baku pembatikan. Pada tahun 1912 kedudukan organisasi tersebut dipindahkan ke Surabaya dan berubah menjadi partai politik dengan nama “Syarikat Islam” di bawah pimpinan Haji Umar Said Cokroaminoto. Organisasi ini bertujuan : untuk menentang politik kolonial Belanda, dengan menggunakan dasar agama Islam. Pada tanggal 8 Dzulhijjah 1330 H yang bertepatan dengan tanggal 18 November 1912 K.H. Ahmad Dahlan dengan dibantu oleh pemuda-pemuda muridnya dan shahabat-shahabatnya mendirikan sebuah perkumpulan dengan nama “Muhammadiyah”. Organisasi ini bertujuan : untuk menghidupkan kembali ajaran Islam yang asli murni serta hidup sepanjang kemauan agama Islam, dengan kata lain : mengetrapkan ajaran Islam sebagai “way of life” dalam kehidupan individu dan masyarakat.2 Pertanyaan selanjutnya adalah, bagaimanakah sejarah masuknya Muhammadiyah di Surakarta? Seberapa jauh perkembangan Muhammadiyah dan amal usahanya hingga keberadaannya dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dalam berbagai bidang?

Last Updated on Saturday, 06 August 2011 15:42
Read more...
 
Anggaran PDM Kota Surakarta PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Saturday, 06 February 2010 10:05

No

Keterangan

Jumlah

I

Saldo

 Rp         199,768,125

II

Penerimaan

 

 

1

Anggota/ Simpatisan/ Infaq

 Rp              7,000,000

 

2

MKKM

 Rp     48,292,005,227

 

3

MKKM (Rutin)

 Rp          300,000,000

 

4

Majelis DIKDASMEN

 Rp       7,874,983,230

 

5

Majelis DIKDASMEN (Rutin)

 Rp          160,000,000

 

6

Majelis Ekonomi & PM

 Rp          552,200,000

 

7

Majelis Ekonomi & PM (Rutin)

 Rp            16,500,000

 

8

Koperasi RS PKU

 Rp              3,000,000

 

9

AKPER PKU Muhammadiyah

 Rp            33,000,000

 

10

UMS

 Rp            24,000,000

 

11

Usaha lain

 Rp            95,000,000

 

Jumlah Penerimaan

 Rp    56,805,448,507

 

Jumlah I dan II

 Rp    57,557,456,632

III

Pengeluaran

 

 

1

Kantor Balai Muhammadiyah

 Rp          125,000,000

 

2

Rumah Tangga PDM

 Rp          140,000,000

 

3

Majelis Tarjih dan Tajdid

 Rp            22,000,000

 

4

Majelis Tabligh & Dakwah Khusus

 Rp            20,000,000

 

5

Majelis DIKDASMEN

 Rp     48,292,005,277

 

6

Majelis Ekonomi & PM

 Rp          552,200,000

 

7

Majelis Wakaf & ZIS

 Rp            18,000,000

 

8

Majelis Pendidikan Kader

 Rp            20,000,000

 

9

Lembaga Pustaka Seni & Budaya

 Rp              8,000,000

 

10

Kebijakan Khusus

 Rp            20,000,000

 

11

Lembaga Pembinaan & Pengawasan Keuangan

 Rp              3,000,000

 

12

Lembaga Pemberdayaan Cabang & Ranting

 Rp              6,000,000

 

13

Ponpes Mahasiswa Tanwirul Fikr

 Rp            45,000,000

 

14

Organisasi Otonom

 Rp            19,000,000

 

15

PWM Jateng dan PP Muhammadiyah

 Rp            20,000,000

 

16

Pemeliharaan Gedung

 Rp            35,000,000

 

17

Inventaris

 Rp            15,000,000

 

18

Transportasi dan Perjalanan Dinas

 Rp            40,000,000

 

19

Hari Besar Islam/ Milad

 Rp            22,000,000

 

20

Raker dan Penataran

 Rp            15,000,000

 

21

THR, Paket Lebaran dan Halal Bihalal

 Rp            30,000,000

 

22

Biaya Cetak

 Rp            10,000,000

 

23

Dana Sosial

 Rp            10,000,000

 

24

Dana Cadangan

 Rp          125,000,000

 

25

Pesantren Kader

 Rp            20,000,000

 

26

Lain-lain

 Rp            25,268,125

 

Jumlah Pengeluaran

 Rp    57,557,456,632

IV

Saldo Akhir

 Rp                            -

Last Updated on Saturday, 06 February 2010 10:40