IMM Surakarta

  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
Home Pimpinan Cabang
Pimpinan Cabang PDF Print E-mail
User Rating: / 0
PoorBest 
Cabang - Profil
Written by Administrator   
Saturday, 06 February 2010 06:39
Addthis

Salah satu misi besar Rasulullah di dunia ini adalah untuk menyempurnakan akhlaq. Yang menjadi tujuan risalah Rasulullah tersebut adalah kualitas akhlaq dari manusia, artinya dalam pembangunan sebuah masyarakat yang dimulai dari komunitas kecil tersebut, memiliki orientasi kultural. Dalam proses pembangunan masyarakat yang dihembuskan oleh Rasulullah, untuk mengawalinya adalah dengan melakukan pembangunan komunitas yang memiliki ruang lingkup sangat kecil (keluarga) baru kemudian berkembang kepada komunitas yang lebih besar. Dengan kata lain, paradigma awal perjuangan yang dilakukan oleh Rasulullah adalah dengan paradigma kultural –komunitas.

Dalam konteks perkembangan Islam di Indonesia, Kuntowijoyo membagi pemahaman keislaman masyarakat Indonesia menjadi pemahaman yang bersifat mitis, ideologis dan yang bersifat ilmu atau nilai, yang semuanya harus kita pahami bukan dalam konteks evolusi pemahan masyarakat, tetapi dalam konteks kesatuan yang integral. Islam harus dipahami sebagai sebuah nilai dalam wilayah kesadaran beragama. Sehingga, dalam hal ini nilai-nilai Islam (keadilan, egaliter serta pembebasan) harus direpresentasikan dalam praktik kehidupan masyarakat. Hal inilah yang kemudian diimplementasikan oleh Ahmad Dahlan dalam upaya pembangunan masyarakat yang dicapai melalui persyarikatan Muhammadiyah.

Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah lahir dari sebuah pemikiran untuk melakukan perubahan ditengah arus permasalahan ummat. Artinya, ada maksud dalam perumusannya. Dengan berbagai latar belakang yang melandasi pendiriannya, IMM telah mentasbihkan diri sebagai salah satu alat perjuangan mahasiswa untuk memecah kebuntuan persoalan masyarakat. Dalam hal ini, IMM harus bisa menjadi supplier kader dan konsepsi kepada persyarikatan, ummat dan bangsa untuk bersama-sama mewujudkan masyarakat yang dicita-citakan. Hal ini sejalan dengan paradigma Sosiolog George Ritzer dengan pandangan definisi sosialnya, dalam arti bahwa manusia merupakan aktor kreatif dalam realitas sosialnya[1], Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah harus memiliki pemikiran kreatif yang didukung oleh perangkat organisasi yang kuat (jaringan, media dan struktur) untuk melaksanakan apa yang menjadi tujuannya.

Dalam tataran konseptual sebenarnya IMM memiliki sebuah konsep yang komprehensif. Trilogi Iman-Ilmu-Amal yang kemudian juga berkaitan dengan Trilogi lahan garapan Keagamaan-Kemasyarakatan-Kemahasiswaan dan juga trikompetensi kader Spiritualitas (Religiusitas)-Intelektualitas-Humanitas memiliki konsep yang khas dibanding pola gerakan lain.[2] Dengan dasar inilah Ikatan mengembangkan pemikirannya sebagai bekal untuk melakukan aktifitas organisasi atau gerakan. Paradigma ini kemudian menjadi maindset Ikatan dalam segala lini geraknya –perkaderan, kepemimpinan dan gerakan. Hal inilah yang selanjutnya harus dikembangkan oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah sebagai basis pemikiran dan gerakan. Dalam konteks yang lebih jauh konsep ini kemudian dapat kita sinergiskan dengan Identitas Ikatan yang arahannya adalah terbentuknya kader Ikatan yang ideologis, kritis dan politis yang mampu memberikan kontribusi siginifikan bagi pembangunan masyarakat.[3]

Pasca terselenggaranya Musyawarah Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah XXVII pada bulan Juni 2009, kepemimpinan Ikatan telah melewati masa transisi. Dalam reorganisasi tersebut, telah dirumuskan beberapa hal yang krusial berkaitan dengan aktivitas organisasi, kepemimpinan organisasi telah melalui panggung estafet dan telah diserahkan kepada penerusnya. Secara umum, kebijakan yang diambil pimpinan baru pasca musycab tersebut merupakan sebuah ikhtiar untuk melakukan sinergisitas dengan kepemimpinan sebelumnya dan diatasnya. Secara gasis besar aktifitas yang dilakukan oleh kepemimpinan periode ini terbagi menjadi 3 (tiga) aktivitas utama, yaitu: pertama, Pembasisan, merupakan aktifitas untuk memperkuat internal pimpinan sebagai modal dasar melakukan gerakan. Aktivitas ini diarahkan kepada penyelenggaraan perkaderan dan organisasi yang apik di internal IMM. Kedua, Konsolidasi, aktivitas ini harus mencakup beberapa dimensi, yaitu konsolidasi ideologi, konsolidasi wacana dan konsolidasi organisasi. Ketiga, Pencitraan, aktivitas ini adalah ikhtiar IMM untuk masuk dalam ruang-ruang publik sebagai sarana untuk melakukan gerakan sebagai basis geraknya.

Dalam wacana teori sosial, gerakan sosial baru atau new social movement  dalam kurun waktu dasawarsa ini menjadi sebuah trend isu atau perspektif setiap organisasi yang bergelut dalam wacana transformasi sosial. Berdasarkan hal ini maka IMM Cabang Kota Surakarta mengambil peran dalam setiap aktivitas ruang-ruang publik yang terjadi di masyarakat. Dengan mengambil peran ini, maka IMM memiliki sebuah tanggung jawab berkaitan dengan pembangunan masyarakat. Maka dari itu, arahan kebijakan IMM Surakarta difokuskan kepada usaha pengabdian untuk ummat dalam bentuk ikhtiar pemberdayaan komunitas (empowering community). Program ini diambil oleh kami sebagai langkah awal ikhtiar untuk mempraksiskan gerakan Ikatan. Program ini diharapkan mampu membuka ruang publik bagi IMM dan Masyarakat di tataran Surakarta.

Dengan adanya kebijakan ini maka IMM Surakarta mentafsirkan aktivitas utamanya berorientasikan pemberdayaan komunitas. Artinya, pengkondisian dan konsolidasi internal Ikatan serta pembangunan jaringan dan gerakan diarahkan kepada upaya pemberdayaan komunitas. Sehingga, untuk mencapai hal tersebut maka visi kepemimpinan Ikatan yang dirumuskan adalah “Nalar Gerakan Profetik” –sebagai landasan etis dan transendental– dan dengan misi “Tertib Organisasi, Transformasi Perkaderan dan Optimalisasi Jaringan”.

 



[1] Peter Beilharz. Teori-teori Sosial: Observasi Kritis terhadap Filosof Terkemuka. 2003.

[2] Arif Nur Kholis. Mencari Akar Intelektual IMM. 2003.

[3] DPD IMM Jawa Tengah. Tafsir Identitas Ikatan. 2004.

Addthis
Last Updated on Saturday, 06 February 2010 11:39